Senin, 20 Juli 2020

Artikel Kesehatan


PENGARUH BROTOWALI SEBAGAI ANTIDIABETES

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang           
            Secara tradisional, banyak obat herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes, sebagian telah dibuktikan efeknya dengan penelitian. Salah satu tanaman yang secara empiris digunakan untuk mengobati penyakit diabetes dan telah ditemukan banyak laporan penelitian untuk membuktikan khasiatnya adalah tanaman Brotowali (Tinospora crispa L). berbagai aktivitas farmakologi dari tanaman Brotowali telah dilaporkan pada artikel ilmiah, diantaranya dapat digunakan sengai obat penyakit hati, infeksi parasit, mulut, kulit pernafasan, infeksi saluran pencernaan, tukak lambung dan diabetes dan juga dipakai sebagai terapi tambahan untuk penyakit kanker.
            Diabetes sendiri merupakan penyakit yang memilliki jumlah penderita yang cukup banyak di Indonesia. Berbagai macam obat kimia sudah banyak digunakan pasien penderita diabetes namun tentunya obat-obatan kimia tidak sedikit yang dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu banyak orang yang lebih suka menggunakan obat herbal yang tentunya juga memiliki efek samping namun lebih rendah dari obat kimia.
  1. Rumusan Masalah
1.      Apa itu tanaman Brotowali?
2.      Apa itu Diabetes
3.      Kandungan apa saja dari Browali yang dapat menurunkan diabetes?

PEMBAHASAN
Menurut wikipedia Brotowali, akar ali-ali atau juga dikenal dengan nama daerah andwali, antawali, putrawali atau daun gadel dengan nama ilmiah Tinospora cordifolia adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar dihutan. Brotowali merupakan tumbuhan merambat dengan panjang mencapai 2, 5 meter atau lebih. Brotowali tumbuh baik di hutan terbuka atau semak belukar di daerahtropis. Brotowali menyebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia dan beberapa Negara lain di Asia tenggara dan India. (Supriadi, 2010). 
Sedangkan menurut WHO penyakit diabetes adalah penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan kondisi tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Penyakit diabetes disebkan kondisi seperti kerusakan fungsi sekresi dan kerja insulin atau oleh keduanya, gangguan metabolisme karbohidarat, lemak dan protein. Efek yang dirasakan oleh penderita  diabetes dalam jangka waktu lama adalah retinophaty,nephrophaty dan neurophaty beserta komplikasi lainnya. Pasien diabetes juga cenderung berada pada meningkatnya resiko penyakit lainnya seperti jantung, obesitas, katarak, disfungsi ereksi, kenaikan hati dan beberapa penyakit hati.
Senyawa yang terdapat pada brotowali adalah Flavanoid juga dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes dengan Cara meregenerasi sel pada pulau langerhans. Tanin diketahui dapat memacu metabolisme glukosa sehingga timbunan glukosa dalam darah dapat dihindari. Alkaloid terbukti mempunyai kemampuan meregenerasi sel beta pancreas rusak. Perbaikan pada jaringan pankreas menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah insulin di dalam tubuh sehingga terjadi penurunan Kadar glukosa darah dalam tubuh (Prameswari, 2014).
Meregenerasi sel pada pulau langerhans. Tanin diketahui dapat memacu metabolisme glukosa sehingga timbunan glukosa dalam darah dapat dihindari. Alkaloid terbukti mempunyai kemampuan meregenerasi sel beta pancreas rusak. Perbaikan pada jaringan pankreas menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah insulin di dalam tubuh sehingga terjadi penurunan Kadar glukosa darah dalam tubuh (Prameswari, 2014).

Kesimpulan
Jadi sudah dibuktikan bahwa tanaman Brotowali yang mengandung senyawa Flavonoid, Tanin juga senyawa Alkaloid lainnya mampu mempengaruhi diabetes dengan menurunkan kadar glukosa dalam darah
Saran
Diharapkan bagi para pembaca agar bijak dalam menggunakan obat-obatan herbal, karena meskipun herbal tentu masih terdapat efek samping walaupun ringan


REFERENSI
Prameswari, O.M., dan Wijdanarko (2014). Uji Efek Air Daun Pandan Wangi terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah dan Histopatologi Tikus Diabetes Mellitus Jurnal Pangan dan Agrobisnis. 2(2): 16-27.

Supriadi. 2010. Tumbuhan Obat Indonesia Penggunaan dan Khasiatnya: Jakarta.Yayasan Obat Indonesia, xi-xxvii

WHO,Classification of Diabetes Mellitus 2019, World Health Organization 2019