Sabtu, 27 Juni 2020

ESSAY DIABETES


PENTINGNYA MENGETAHUI SEPUTAR DIABETES


PENDAHULUAN
Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang seputar diabetes. Saya akan membahas mengenai diabetes baik dari pengertian, jenis-jenis, faktor-faktor, pengobatan, serta tips atau cara untuk mencegah penyakit diabetes. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberi informasi tambahaan kepada para pembaca agar lebih mengenal dan mengetahui seputar diabetes. Diabetes sekarang ini sudah menjadi penyakit yang umum dan sering terjadi pada sebagian orang yang berusia lanjut atau bahkan dengan orang yang masih muda tapi dengan memiliki berat badan yang berlebih (Obesitas). Berdasarkan laporan Federasi Diabetes Internasional pada tahun 2019 terdapat lebih dari 463 juta orang di dunia menderita diabetes. Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 578 juta orang dan tahun 2045 menjadi 700 juta dengan tingkat kenaikan 51%. Dari data diatas menunjukkan bahwa penyakit ini semakin tahun semakin banyak orang yang menderitanya, salah satu faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan jumlah penderita diabetes ini adalah karena kurangmya perilaku hidup sehat dan kurangnya menjaga pola makan yang sehat dan bernutrisi bagi tubuh. 

PEMBAHASAN
Ø Pengertian Diabetes
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai diabetes sabaiknya kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari diabetes yaitu:
Menurut alodokter Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan ciri-ciri berupa tingginya kadar gula (glukosa) darah. Glukosa merupakan sumber energi utama sel tubuh manusia. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak di serap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.
Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai peningkatan glukosa darah yang berkaitan dengan tidak atau kurang memadainya sekresi insulin pankreas dengan atau tanpa gangguan efek insulin (Katzung, 2013).
Dari pengertian-pengrtian di atas bahwa diabaetes merupakan suatu penyakit yang di tandai dengan tingginya kada gula dalam darah yang mana akibat dari kadar gula yang tinggi dapat mengakibatkan penyakit lain seperti terjadinya obesitas. Diabetes juga sering kita sebut sebagai penyakit kencing manis yang mana terganggunya pankreas untuk memproduksi insulin.
Ø Jenis-jenis Diabetes
Setelah mengetahui pengertian dari diabetes sekarang kita membahas mengenai jenis-jenis diabetes. Mungkin belum banyak orang yang mengetahui jenis-jenis dari diabetes ini, mungkin selama ini orang hanya mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit diabetes namun tanpa mengetahui jenis diabetes apa yang di deritanya.
Melihat etiologinya DM dapat dibedakan menjadi: DM tipe 1, yaitu adanya gangguan produksi insulin akibat penyakit autoimun atau idopatik. Tipe ini sering disebut insulin independent diabetes meliitus atau IDDM karena pasien mutlak membutuhkan insulin. DM tipe 2, akibat resistensi insulin atau gannguan sekresi insulin. Pada tipe 2 ini tidak selalu dibutuhkan insulin, kadang-kadang cukup dengan diet dan antidebetik oral. Karenanya tipe ini juga disebut noninsulin dependent diabetes mellitus atau NIDDM. Jenis lain lagi misalnya gestational diabetes mellitus, DM pada kehamilan, DM akibat penyakit endokrin atau pankreas atau akibat pengguanan obat (Gunawan, 2012).
Sedangkan menurut Katzung (2013), keadaan panyakit diabetes diklasifikasikan menjadi 4 kategori yaitu
1.    Tipe 1 (diabetes dependen insulin)
Tanda utama dari tipe 1 ini adalah kerusakan selektif sel beta (sel β) dan defisiensi insulin yang parah atau absolut. Diabetes tipe 1 dibagi lebih lanjut menjadi kausa imun dan kausa idiopatik. Bentuk imun adalah bentuk tersering diabetes tipe 1. Meskipun kebanyakan pasien kurang dari 30 tahun saat didiagnosis, atau dapat terjadi kapan saja. Diabetes ini dijumpai semua kelompok etnik, terapi insidens tertinggi adalah pada orang dari eropa utara dan dari Sardinia. Kerentanan tampaknya melibatkan suatu keterkaitan genetik multifaktor, tetapi hanya 10-15% dari pasien melihatkan riwayat keluarga.
2.    Tipe 2 (diabetes non dependen-insulin)
Diabetes tipe 2 ditandai oleh resistensi jaringan terhadap efek insulin kombinasikan dengan defisiensi relatif sekresi insulin. Seoranmg pasien mungkin lebih mengalami resistensi atau defisiensi sel β yang lebih besar, dan kelainanna mungkin ringan atau parah. Meskipun para pasien ini insulin diproduksi di sel-sel β, jumlahnya kurang memadai untuk mengatasi resistensi, dan glukosa darah meningkat.
3.    Tipe 3 (yang lain)
Sebutan tipe 3 merujuk kepada berbagai kuasa spesifik lain peningkatan glukosa darah; pankreatektomik, pankreatitis, penyakit non pankreas, pemberian obat dan lain-lain.
4.    Tipe 4 (diabetes melitus gestasional)
Diabetes gestasional (gestasional diabetes, GD) didefinisikan sebagai setiap kelainan dalam kadar glukosa yang diketahui pertama kali sewaktu kehamilan. Diabetes gestasional di diagnosis pada 7 % dari semua kehamilan di AS. Selama kehamilan plasenta dan hormon-hormon plasenta menciptakan suatu resitensi insulin yang paling nyata pada trismeter terakhir. Penilaian resiko untuk diabetes disarankan dimulai sejak kunjungan prantal pertama. Wanita berisiko tinggi perlusegera menjalani pemeriksaan penyaring. Pemeriksaan penyaring dapat ditunda bagi wanita beresiko rendah sampai usia gestasi 24 sampai 28.
Dari berbagai jenis atau tipe-tipe diabetes yang sudah dijelaskan diatas diharapkan bagi penderita diabetes jangan asal mengkonsumsi obat diabetes karena beda jenis diabetesnya maka tentu berbeda pula jenis pengobatannya. Bagi para penderita diabetes sekarang ini untuk mengetahui jenis atau tipe diabetes apa yang sedang diderita disarankan untuk menanyakannya kepada dokter agar memperoleh pengobatan yang tepat dan efektif.
Ø Faktor-Faktor Diabetes
Tidak ada sebab tanpa akibat, begitu pula dengan diabetes pasti ada penyabab atau faktor-faktor yang melatarbelakangi seseorang menderita diabetes, adapun faktor-faktornya yaitu:
Penyebab dari diabetes mellitus adalah kekurangan hormone insulin, yang berfungsi memungkinkan glukosa masuk kedalam sel untuk dimetabolisir, (dibakar) dan demikian dimanfaatkan sebagai sumber energi. Akibatnya ialah glukosa bertumpuk didalam darah (hyperglikemia) dan akhirnya dieskresikan lewat kemih tanpa digunakan (glycosuria). Karena itu, produksi kemih sangat meningkat dan penderitah sering berkemih, merasah haus, berat badan menurun dan merasa lelah. Penyebab lainya adalah menurunnya kepekaan reseptor sel bagi insulin (eksistensi insulin) yang diakibatkan oleh makanan terlalu banyak dan kegemukan (overweight) (Tjay, 2007).
Dari faktor-faktor diatas yang perlu kita perhatikan adalah berat badan yang berlebih (obesitas) yang dapat memicu terjadinya diabetes. Banyak orang yang memiliki berat badan berlebih tidak menyadari bahwa dirinya menderita diabetes padahal keadaan demikian sangat berbahaya jika terus dibiarkan karena dapat mengancam kesehatan dan juga keselamatan kita. Oleh karena itu kita disarankan untuk menjaga pola makan dan juga bagi orang yang obesitas dianjurkan untuk melakukan diet.
Ø Gejala-Gejala Diabetes
Sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala yang sering muncul dari seseorang yang menderita diabetes, karena dengan mengetahui adanya gejala tersebut kita akan berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang bisa jadi dapat meningkatkan kadar diabetes yang sudah ada di dalam tubuh kita, adapun gejala yang sering ditemukan pada penderita diabetes yaitu:
Penyakit DM ditandai gejala 3P, yaitu poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), dan polifagia (banyak makan). Disamping naiknya kadar gula darah, diabetes bercirikan adanya ‘’gula” dalam kemih dan bayak berkemih karena glukosa yang dieksresikan mengikat banyak air. Akibatnya timbul rasa sangat haus kehilangan energi, turunnya berat badan serta rasa legih. Tubuh mulai membakar lemak untuk memenuhi kebuthan energinyam, yang disertai pembentukan zat-zat perombakan, antara lain aseton, asam idroksibutira dan diasetat, yang membuat darah menjadi asam. Keadaan ini, yang disebut ketoacidosis dan terutama timbul pada tipe 1, amat berbahaya karena akhirnya dapat menyebabkan pingsan (coma diabeticum). Napas penderitaa yang sudah menjadi sangat kurus sering kali juga berbau aseton (Tjay, 2007).
Kriteria penderita diabetes mellitus berdasarkan nilai diagnostik kadar glukosa darah secara enzimatik sesudah beban glukosa 75 gram (mg/dl) yakni (Dalimarta, 2010):
a. Sesorang dikatakan menderita diabetes mellitus bila hasil kadar glukosa darah puasabnya ≥ 126 mg/dl (plasma vena), atau pada pemerikasaan glukosa darah 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram hasilnya ≥ 200 mg/dl.
b. Sesorang dikatakan terganggu terhadap toleransi glukosa bila hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasanya 110-125 mg/dl (plasma vena), atau pada pemerikasaan kadar glukosa darah 2 jam setelah minum larutan glukosa 75 gram hasilnya antara 140-199 ml/dl.
c. Seseorang dikatakan normal (tidak mengidap diabetes mellitus) jika hasil kadar glukosa darah puasanya ≤ 110 mg/dl (plasma vena), atau pada pemeriksaan kadar glukosa darah setelah minum larutan glukosa < 180 mg/dl dan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah 2 jam setelah minum larutan glukosa < 140 mg/dl.
Ø Pengobatan Diabetes
Pengobatan diabetes tentunya mempunyai kategori yang berbeda berdasarkan tingakatan penderita diabetes dan juga berdasarkan tipe dari diabetes tersebut. Adapun pengobatan yang dapat dilakukan bagi penderita diabetes diantaranya adalah:
1.      Mengontrol gula darah melalui diet, obat-obatan oral atau insulin adalah pengobatan yang utama serta pemeriksaan komplikasi rutin juga perlukan
2.      Untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2 diperlukan penanganan berupa diet, olahraga, obat seperti Metformin, untuk mengurangi produksi gula pada hati, meglitinide dan sulfonylurea, untuk merangsang kerja pankreas agar memproduksi inslun lebih banyak. Itu adalah beberapa obat pilihan untuk pengobatan diabetes mellitus tipe 2
3.      Untuk pengobatan Diabetes Mellitus tipe 1 yang bertujuan untuk menjaga kadar gula normal melalui pemantauan rutin, terapi insulin untuk mengntrol gula darah. Pemberian insulin dengan cara disuntikkan pada lapisan di bawah kulit sekitar 3-4 kali sehari sesuai dosis yang dianjurkan dokter. Selain itu penderita diabetes tipe 1 ini juga dianjurkan untuk diet dan rajin berolahraga.
Ø Cara Untuk Mencegah Diabetes
Mencegah itu lebih baik dari pada mengobati itulah pepatah yang sering digunakan. Diabetes adalah penyakit yang mampu kita cegah sebelum terlambat, karena banyak orang yang menderita diabetes yang sudah kronis dan tentunya sulit untuk diobati. Kita sebagai manusia tentunya selalu ingin hidup sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit salah satunya adalah penyakit diabetes, berikut adalah cara untuk mencegah diabetes:
1.      Menerapkan pola makan sehat, ini adalah salah satu kunci utama untuk mencegah terjadinya diabetes, karena dengan menerapkan pola makan sehat ini kita bisa menghindari yang namanya mempunyai berat badan yang berebih atau yang sering kita sebut dengan obesitas karena salah satu faktor penyebab diabetes yaitu kelebihan berat badan. Untuk mengurangi resiko terkena diabetes, batasi asupan gula harian sebesar 40 gram atau setara dengan 9 sendok tek gula. Maka dari itu kita dianjurkan untukn memperbanyak mengkonsumsi sayuran, buah-buahan yang banyak mengandung serat.
2.      Menjalani olahraga secara rutin, dengan berolahraga secara rutin dapat membantu tubuh menggunakan hormon insulin dengan lebih efektif, sehingga kadar gula dalam darah lebih terkontrol. Cukup luangkan waktu 15-30 menit setiap hari untuk melakukan olahraga ringan seperti berlari maupun jalan santai.
3.      Melakukan pengecekan gula darah secara rutin, tes gula darah ini mungkin perlu didahului dengan berpuasa setidaknya 10 jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Tes gula darah penting dilakukan untuk memonitor kadar gula darah dan mendeteksi secara dini penyakit diabetes

PENUTUP
Ø Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kita pahami dari penjelasan-penjelasan mengenai pentingnya mengetahui seputar diabetes adalah:
a.       Diabetes atau kencing manis merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah seseorang, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, namun orang yang rentan terkena penyakit ini adalah orang yang sudah berusia lanjut, dan juga orang yang memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas, namun orang yang suka mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung gula juga dapat menderita penyakit diabetes.
b.      Penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala yang sering muncul ketika seseorang diduga menderita diabetes. Adapun gejala umum yang terdapat pada penderita diabetes adalah ditandai gejala 3P, yaitu poliuria (banyak berkemih), polidipsia (banyak minum), dan polifagia (banyak makan).
c.       Banyak cara yang bisa dilakukan agar kita bisa terhindar dari yang namanya diabetes diantanya yaitu yang utama adalah rajin melakukan pemeriksaan rutin pengecekan kadar gula darah, menjaga pola makan yang sehat, untuk orang yang mempunyai berat badan yang berlebih sangat dianjurkan untuk melakukan diet, selain itu berolahraga juga sangat penting untuk dilakukan supaya lemak-lemak yang ada ditubuh kita bisa berkurang dan tubuh menjadi lebih sehat.
Ø  Saran
Diharapakan kepada para pembaca agar bisa menambahkan lagi tentang pentingnya mengetahui seputar diabetes ini. Penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Kurangi mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula, dan perbanyak makan buah dan sayur-sayuran.

REFERENSI
Dalimarta. (2010). Dasar Farmakologi Terapi. Jakarta: EGC.
Gunawan, Gan Sulistia (2012). Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta: Fakultas Kedokteran Unversitas Jakarta.
Katzung G, dkk. (2013). Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 12. Jakarta: EGC.
Tjay, Tan Hoan. (2007). Obat-Obat Penting. Jakarta: Percetakan PT Gramedia.